Minggu, 20 November 2011

Proposal Manajemen Pemasaran


LATAR BELAKANG

Dengan semakin dekatnya era globalisasi / perdagangan bebas, dimana jarak tidak merupakan hambatan, komunikasi akan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, maka perlu suatu alat yang dapat mendukung kearah itu, salah satunya dengan internet.Internet  merupakan sarana bagi sekolah untuk dapat mengembangkan komunikasi dan transaksi dengan dunia luar, baik dengan dunia bisnis maupun mitra kerja.

Disamping itu internet juga merupakan salah satu sarana praktek untuk memperkenalkan siswa dengan dunia teknologi maju dan sebagai media untuk pengajaran. Internet bukan hanya membuka wawasan regional tetapi sudah go international dengan pulsa lokal, biarpun berkomunikasi dengan luar negeri. Disamping sebagai alat media bisa juga memperkenalkan keunggulan sekolah, surat menyurat (email), berbicara dengan orang lain (teleconfrence), saling tukar pikiran (chating) dll, maka sekarang ini disekolah sudah harus ada fasilitas tersebut yang biasa disebut dengan warnet.

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari proposal ini adalah dapat memberikan gambaran umum dari usaha yang dilaksanakan di SMK 6 Jakarta khususnya bagi Direktorat/instansi yang bersedia membantu dana.

Tujuan dari proposal ini adalah :

a)   Memunculkan sikap kompetetif diantara warga sekolah
b)   Menumbuhkembangkan jiwa wiraswasta dan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi lulusan.
c)   Mampu memperbaiki ekonomi warga SMK
d)  Meningkatkan sumber dana operasional sekolah yang mampu meningkatkan kualitas operasional sekolah
e)   Mendukung pembelajaran dengan pendekatan Broard based Curiculum

JASA YANG DISEDIAKAN OLEH WARNET SMK 6 JAKARTA
a)      Pelatihan internet untuk dunia usaha,lembaga SDM,Pemda, Sekolah lainnya dll
b)      Pelatihan pembuatan WEB
c)      Pelatihan/jasa membuatkan web
d)     Jasa iklan

Dengan adanya warnet ini juga akan membuka peluang lainnya yaitu :
a)      Penjualan makanan/minuman dengan dibuat kantin
b)      Penjualan majalah, alat-alat tulis
c)      Penjualan disket (menyimpan program) ,kertas (mencetak hasil)

Disamping itu SMK 6 sudah memakai network (jaringan lokal) dan bisa di integrasikan / dihubungkan ke internet dengan memakai hanya satu account, untuk pencetakan bisa dilakukan pakai Printer HP 600.

FUNGSI WARNET DI SMK 6
a)      Untuk memperkenalkan dan melatih siswa akan dunia globalisasi
b)      Sebagai sarana untuk berpraktik siswa, dengan memberikan tugas kepada siswa dalam kegiatan KBM dicoba untuk mata pelajaran tertentu.
c)      Sebagai tambahan unit produksi sekolah
d)     Sebagai pusat(center) informasi dan telekomunikasi secara global
e)      Sebagai tempat pelatihan bagi DU/DI,lembaga SDM, SMK lain,Pemda dll.

FAKTOR PENDUKUNG PADA SMK 6 JAKARTA
a)      Lokasi sangat strategis
b)      Berada dekat pusat pasar, perkantoran dan Pemda
c)      SDM mampu dan potensialuntuk berkembang
d)     Fasilitas yang dimiliki lengkap
e)      Sudah mempunyai line telephon tersendiri, alamat emaildan homepage sudah ada.
f)       Tempat sudah disediakan tersendiri dengan ukuran 4x5 meter

LANGKAH-LANGKAH KERJA
a)      Mengajukan proposal untuk bantuan hibah bergulir dari Direktorat Dikmenjur
b)      Setelah disetujui oleh Direktorat dan dana diterima diserahkan ke Bendahara dan akan dikeluarkan untuk :
·         Renovasi ruangan untuk warnet
·         Upgrade Komputer
·         Pembelian peralatan yang diperlukan untuk jaringan, internet
·         Install komputer dan uji coba/pelatihan
·         Penyusunan jadwal untuk siswa praktek(pelaksanaan)
c)      Setiap bulan bendahara membukukan dan melaporkan ke Kepala sekolah pemasukan dan pengeluaran.
d)     Personalia bertanggung jawab penuh akan kegiatan yang dilakukan dan melaporkan kepada petugas/ atasannya serta instansi terkait.

Ruanglingkup manajemen pemasaran


Konsep manajemen pemasaran ada dua yakni :
  • Konsep manajemen pemasaran (the marketing concept)

Merupakan orientasi bahwa tugas pokok perusahaan adalah menentukan kebutuhan,keinginan dan penilaian pasar yg menjadi sasaran kemudian menyesuaikan sedemikian rupa kegiatan perusahaan agar dapat menyampaikan kepuasan yg diinginkan pasar secara lebih berdaya guna serta berhasil guna dibandingkan pesaingnya. Dalam konsep pemasaran,volume penjualan yg menguntungkan memang menjadi tujuannya. Akan tetapi laba yg diperoleh dari volume penjualan itu harus didapat dgn mendapat juga kepuasan dari konsumen.
  • Konsep penjualan ( the selling concept)

Mementingkan saja volume penjualan dan keuntungan tanpa pernah berpikir tentang kepuasan dari para konsumennya.

Perhatikan difinisi-definisi berikut :
  • Pengertian Pemasaran Menurut H. Nystrom

Pemasaran merupakan suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen.
  • Pengertian Pemasaran Menurut Philip dan Duncan

Pemasaran yaitu sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau dibutuhkan untuk menempatkan barang yang bersifat tangible ke tangan konsumen.
  • Pengertian Pemasaran Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika Serikat / American Merketing Association

Pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan usaha pedagangan yang diarahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

Jika kita tilik pengertian di atas, maka pemasaran hanya diartikan sebagai kegiatan mendistribusikan produk dari produsen ke konsumen. Dengan pengertian seperti itu menjadi tak ada bedanya antara pemasaran dan penjualan.

BEBERAPA PENGERTIAN

  • Pemasaran : serangkaian kegiatan yang menjurus pada suatu transaksi pertukaran antara seorang penjual dan pembeli atas dasar peralihan laba (WJK dkk, Marketing)
  • Kegiatan pemasaran : berpusat pada upaya perusahaan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan akan produk yang menawarikan nilai berdaya saing
  • Bauran pemasaran: sarana utama pemasar
  • Pemasaran : disiplin yang universal yang dapat diterapkan dimana saja; dari Australia sampai Zanzibar (A to Z).

 PEMASARAN : DISIPLIN YANG UNIVERSAL

  • Pemasaran : proses mengkonsentrasikan berbagai sumber daya organisasi terhadap kesempatan dan kebutuhan lingkungan.
  • Pemasaran : kumpulan konsep, sarana, teori, kebiasaan dan prosedur serta pengalaman yang dapat diajarjan dan dapat dipelajari.
  • Walaupun bersifat universal, kebiasaan pemasaran bervariasi antar negara

 PEMASARAN GLOBAL
  •  Dasar keberhasilan Pemasaran Global : pemahaman mendalam akan disiplin pemasaran (proses mengkonsentrasikan berbagai sumber daya organisasi terhadap kesempatan dan kebutuhan lingkungan)
  • Fakta : pemasaran bersifat universal, tapi, kebiasaan pemasaran bervariasi antar negara. Pengalaman suatu negara tidak serta-merta dapat diterapkan di negara lain
  • Keberhasilan pemasaran global sangat tergantung pada kemampuan menjadi “orang dalam”
  • Kemampuan “lokalisasi global” = kemampuan menjadi “orang dalam”(Think globally, act locally)
  • Pemasaran global tidak berarti masuk ke setiap negara
  • Keputusan untuk masuk ke pasar global: sumberdaya, pemikiran manajerial, peluang dan ancaman
  • Sebuah perusahaan yang gagal menglobal akan beresiko kehilangan bisnis domestik

Ruang Lingkup dan Analisis Pemasaran Interansional

Pemasaran Internasional adalah kinerja dari aktivitas-aktivitas bisnis yang dirancarang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mengarahkan barang dan jasa perusahaan kepada pelanggan di lebih dari satu negara untuk mendapatkan keuntungan.

Globalisasi Ekonomi telah mengubah ekonomi modern yang telah dilakukan selama ini. Sehingga efisiensi, produktivitas, dan pasar terbuka semakin menuntut perusahaan untuk turut serta melakukannya. Ekonomi, Teknologi, Kekuatan Kebijakan Politik dan kekuatan demografis akan menjadibagiandari ekonomi global baru. Konsep, Proses dan Prinsip Pemasaran yang bisa diterapkan di seluruh penjuru dunia
a. Tugas Pemasaran Internasional :
  • Perusahaan yang akan melakukan pemasaran internasional harus melaksanakan tiga penangangan lingkungan berbeda yang simultan.
  • Sebagian lingkungan dapat dikontrol oleh perusahaan, namun sebagian lainnya hanya sedikit saja yang bisa terkontrol
  • Lingkungan tersebut terdiri dari Lingkungan Perusahaan, Lingkungan Domestik dan Lingkungan Asing

 b. Faktor Keputusan Pemasaran
Faktor-faktor ini berada pada lingkungan perusahaan dimana pemasar dapat mengendalikannya. Faktor-faktor tersebut adalah:
  • Price
  • Promotion
  • Product
  • Place (Channels of Distribution)

 Selain itu ada tiga keputusan dasar yang harus dihadapi manajemen pemasaran internasional:
  • Apakah perusahaan bakal turut serta dalam aktivitas-aktivitas pemasaran internasional
  • Seandainya perusahaan memutuskan ingin menggelar lapangann di kancah internasional maka harus diambil keputusan menyangkut pasar specific yang hendak dilayani.
  • Perusahaan mesti memutuskan bagaimana melayani pasar tersebut yakni metode atau system apa yang akan digunakan untuk menyampaikan produk-produk atau jasa ketangan para konsumen di Negara-negara asing.

bahan kuliah manajemen pemasaran


Manajemen Pemasaran masih merupakan topik yang hangat dan kebanyakan pemikiran pemasaran berfokus pada melakukan penjualan karena tanpa adanya penjualan atau pertukaran, pemasaran perusahaan dianggap GAGAL. 

Pada era milenium saat ini, banyak penghadapi sejumlah keputusan yang berat. Untuk itulah diperlukan sebuah pemikiran dalam menghadapi keputusan yang berat tersebut.Bahan kuliah Manajemen Pemasaran bisa didownload dan saya sediakan per modul bahasan.

Apa itu Manajemen Pemasaran,
  1. Marketing Research,
  2. Marketing Environment,
  3. Market Segmentation,
  4. Marketing Strategy,
  5. Marketing Communication,
  6. Customer Buyer Behavior,
  7. Product,
  8. Place/Distribution Channel,
  9. Price,
  10. Global Distribution Channel,
  11. Produk Life Cycle (PLC).


Latar belakang

Dua pertanyaan perlu dijawab dalam rangka mengisi bagian latar belakang ini, yaitu: Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini?

Untuk menjawab pertanyaan “mengapa kita memilih permasalahan ini?”, maka langkah pertama, kita perlu memilih bidang keilmuan yang kita ingin lakukan penelitiannya. Pemilihan bidang tersebut diteruskan ke sub-bidang dan seterusnya hingga sampai pada topik tertentu yang kita minati. Langkah kedua, kita perlu melakukan kajian terhadap pustaka berkaitan .kemajuan terakhir ilmu pengetahuan dalam topik tersebut—untuk mencari peluang pengembangan atau pemantapan teori. Minar maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu nyata dan aktual—yang muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran bermutu atau pidato penting dan aktual, atau direkomendasikan oleh penelitian sebelumnya.. Ini semua merupakan opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian yang diusulkan tersebut.

Rumusan permasalahan

Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah dipertahankan. Rumusan yang tersamar terkandung dalam alinea tidak diharapkan karena memaksa pembaca untuk mencari sendiri dan menginterpretasikan sendiri bagianbagian dari alinea atau kalimat-kalaimat yang bersifat rumusan permasalahan. Tuliskanlah rumusan permasalahan sebagai kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah dibaca (dan mudah dicari)—bahasan lebih panjang lebar tentang cara-cara merumuskan permasalahan termuat di bab tersendiri.

Keaslian penelitian

Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali. Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain).

Faedah yang diharapkan

Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah yang diharapkan dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan atau pembangunan negara. Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan teori yang telah ada. Bagi pembangunan negara, apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan langsung ke praktek nyata? atau bila tidak langsung, jalur atau batu-batu loncatannya apa saja?

Tujuan dan Lingkup Penelitian

Tujuan penelitian berkaitan dengan kedudukan permasalahan penelitian dalam khazanah ilmu pengetahuan (yang tercermin dalam tinjauan pustaka). Kedudukan permasalahan—dilihat dari pandangan tertentu—mempunyai lima macam kemungkinan, yaitu; ekplorasi (masih “meraba-raba”), deskripsi (menjelaskan lebih lanjut), eksplanasi (mengkonfirmasikan teori), prediksi (menjelaskan hubungan sebab-akibat), dan aksi (aplikasi ke tindakan). Pandangan yang lain (Castetter dan Heisler, 1984: 9) membedakan tujuan penelitian (purpose of study) menjadi sembilan, yaitu: 1) mengkaji (examine), mendeskripsikan (describe), atau menjelaskan (explain) suatu fenomena unik; 2) meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu; 3) menguji validitas suatu teori; 4) menutup kesenjangan antar teori (penjelasan, explanasions) yang ada; 5) memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan; 6) memperbaiki metodologi yang keliru; 7) memperbaiki interpretasi yang keliru; 8) mengatasi kesulitan dalam praktek; 9) memperbarui informasi, mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa). 

Seringkali untuk mencapai tujuan memerlukanwaktu yang “terlalu” lama atau memerlukan tenaga yang “terlalu” besar. Agar penelitian dapat dikelola dengan baik, maka perlu dilakukan pembatasan terhadap pencapaian tujuan. Pembatasan tersebut dilakukan dengan membatasi lingkup penelitian. Pernyataan batasan lingkup ini juga berfungsi untuk lebih mempertajam rumusan permasalahan.

Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis dan bersifat diskusi tentang hasil-hasil penelitian sebelumnya dan terkait serta ilmu pengetahuan mutakhir (berupa pustaka) yang terkait dengan permasalahan. Tinjauan pustaka berbeda dengan resensi pustaka. Resensi pustaka membahas pustaka satu demi satu, sedangkan tinjauan pustaka membahas pustaka-pustaka per topik (bukan per pustaka), dalam bentuk debat atau diskusi antar pustaka tentang suatu topik tertentu. Urutan topik diatur secara sitematis, dalam arti terdapat suatu kerangka yang jelas dalam merangkai topik-topik tersebut dalam suatu sistem.

Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi: 1) untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah, teori yang ada belum mantap); 2) untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya); 3) untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai “Landasan Teori”); 4) untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap); 5) untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “Keaslian penelitian”); 6) untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “latar belakang”).